Thursday, February 25, 2010

[25.02.2010] Senandung Suralaya

Hari ini agak peculiar buat saya, saya telah mendapat jemputan dari sebuah majalah, sebagai salah seorang finalis anugerah yang dianjurkan pada tahun 2009 bagi menghadiri kelas make up oleh Shu Uemura yang dikendalikan oleh Najeeb Azami. Ada juga terdetik di hati, dari 7 finalis, kenapa saya? Mungkin majalah tersebut ingin mengatakan sesuatu? (hanya gurauan) ;op

Walau bagaimanapun, kami banyak ketawa di dalam kelas tersebut terutama sekali ketika saya memegang eyelash curler dan mengaplikasikan mascara.

Najeeb ada mengatakan sesuatu yang membuat saya terfikir, "kalau nak cantik pakai make up, semasa pakai make up kene tersenyum berangan kita ni cantik pakai make up". Kata-katanya mengingatkan saya kepada kata-kata Anaïs Nin, "Dreams are necessary to life ... Dreams pass into the reality of action. From the actions stems the dream again and this interdependence produces the highest form of living."

Hobi saya adalah berangan?

Mungkin.

;o)

Angan-angan saya biasanya akan disalurkan menjadi sebuah karya. Pembikinan karya tersebut merupakan apa yang boleh dikatakan 'hobi' dan ianya kerap berubah-ubah. :o)

Saya pernah melukis.

Saya pernah menjahit.

Saya pernah mengait.

Saya pernah mencairkan plastik untuk dibentuk menjadi assesori fesyen.

Saya juga pernah menulis blog untuk mengisi masa lapang.

Tetapi ada satu hobi saya yang dari dahulu hingga kini masih lagi saya amalkan - membaca. Seperti muzik, saya tidak mempunyai genre pilihan walaupun saya tertarik dengan karya-karya yang berkisar sekitar sosiologi dan ekonomi. Bagi karya-karya fiksyen pula saya lebih tertarik dengan karya yang bahasanya berpuitis dan lirikal.

"I am an excitable person who only understands life lyrically, musically, in whom feelings are much stronger as reason. I am so thirsty for the marvelous that only the marvelous has power over me. Anything I cannot transform into something marvelous, I let go. Reality doesn't impress me. I only believe in intoxication, in ecstasy, and when ordinary life shackles me, I escape, one way or another. No more walls."

Kata-kata Anaïs Nin ini pula seakaan-akan menggema diri saya. Hurmmm ... mungkin hanya sebahagian kecil dari diri saya ... mungkin hanya 0.01%? ;op

No comments:

Post a Comment